Haidar Bagir, Masyarakat Barat Keliru Memahami Islam

 ”Sejarah Perang Salib membuat pemahaman orang Eropa tentang Islam terdistorsi.” Masyarakat Swiss telah membuat keputusan yang mengenyakkan masyarakat dunia, khususnya umat Islam. Mereka menolak pembangunan menara baru melalui mekanisme referendum.

Beberapa alasan telah mereka ajukan. Di antaranya, menara bukan bagian dari budaya Barat, Swiss menolak menonjolkan identitas keagamaan karena bertentangan dengan semangat demokrasi, dan alasan-alasan lainnya. Oleh karena menara adalah salah satu identitas umat beragama, itu harus ditolak.Banyak pihak menyayangkan hasil referendum ini. Namun, tidak sedikit pula yang mendukungnya. Di Indonesia, para pimpinan ormas Islam, kaum intelektual Muslim, bahkan pemerintah melalui menteri luar negeri menilai bahwa hasil referendum itu melanggar prinsipprinsip kebebasan beragama yang justru menjadi unsur asasi dalam demokrasi di Eropa.Untuk memahami masalah ini lebih jernih, perlu melihatnya dari berbagai perspektif, yaitu perspektif sosial, politik, sejarah, dan agama.

Cendekiawan Muslim, Haidar Bagir, menjelaskan permasalahan ini dari berbagai perspektif tersebut dan menyimpulkan bahwa dalam hubungan Islam dan Barat terdapat ketidakpahaman Barat terhadap Islam dan kesalahpahaman terhadap sejarah politik kedua pihak.Hal itu ia sampaikan kepada Arie Lukihardianti dari Republika. Berikut perbincangan selengkapnya.Masyarakat Swiss, melalui referendum, menolak pembangunan menara masjid baru.

 

Bagaimana Anda melihat ini?

 

Saya kira, di dalamnya ada kesalahpahaman. Saya tidak mau menyebutnya itu sebagai kebencian orang Barat kepada Islam. Karena, manusia di dunia ini sama saja. Tidak ada yang jahat semua atau baik semua. Orang Barat juga begitu. Masalahnya adalah memang ada gap dan kesalahpahaman mereka tentang Islam. Pemahaman mereka terhadap Islam tidak sebaik pemahaman kita pada agama kita sendiri.Persoalan gap itu bisa terjadi karena kesalahan pandang orang Barat terhadap Islam ataupun kita melihat agamanya orang Barat. Sebagai antisipasi, harus ada langkah-langkah untuk membangun saling pengertian.Kemarin, Perdana Menteri Prancis memperingatkan lagi, tapi tidak menyebutkan Islam secara khusus. Dia bilang, orang-orang beragama jangan pamer kekuatan. Mereka kan tidak tahu fungsi menara untuk apa. Kita sebagai orang Muslim pun barangkali sekarang bingung mengapa harus bangun menara saat ini. Kalau persoalannya arsitektur, apa iya arsitektur masjid itu harus ada menaranya.

 

Jadi, yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan pemahaman secara umum. Dan, meningkatkan edukasi  mengapa umat Islam harus memiliki menara. Menara itu bukan cara memamerkan agama Islam atau simbol yang eksklusif, tetapi bagian dari filosofi agama kita. Saya menganggap masalah ini sebagai kurangnya saling pengertian.Apa kira-kira dampak sosial dan politik dari permasalahan ini?Untuk orang Islam, kalau bisa, diperjuangkan agar larangan itu ditarik pada persoalan yang lebih…

 

http://www.republika.co.id/koran/153/95656/Haidar_Bagir_Masyarakat_Barat_Keliru_Memahami_Islam