Challenging Religious Discourse

Challenging Religious Discourse

Challenging Religious Discourse

The Women’s Movement in Indonesia’s Pesantren: Negotiating Islam,Culture,and Modernity

LAP Lambert Academic Publishing ( 2012-07-24 )

Book Details:

ISBN-13:

978-3-659-17864-1

ISBN-10:

3659178640

EAN:

9783659178641

Book language:

English

Blurb/Shorttext:

The women’s movement in Indonesia’s pesantren (Islamic boarding school) provides a good example of how Muslim women can act as agents of change in facing patriarchal repression derived from cultural practices and gender-biased religious interpretation. Instead of being mute victims, these women seek a more active role in the interpretation of religious teachings on women’s rights issues. Although the conservative groups in pesantren have tried to silence or dismiss their works by simply labeling them as “followers” of a secular western agenda, women activists in pesantren have argued that their framework was grounded in Islamic teaching. This book, therefore, explores the women’s movement in Indonesia’s pesantren and their contributions to develop gender equality in the traditionalist Muslim communities, particularly in Java, after the downfall of the Suharto regime in 1998. This book is an important study not only for readers interested in the rise of Islamic feminism in Indonesia, but also for all those interested in the development of global feminism in the world.

By (author) :

Riri Khariroh

Number of pages:

152

Published on:

2012-07-24

Category:

Research on Woman and gender

Talkshow Buku: “Puncak Makrifat Jawa”

Talkshow Buku: “Puncak Makrifat Jawa”

Abdullah Imam (WONG), alumni ICAS angkatan pertama, pegang MIke, sedang menjadi Pembicara dalam Talkshow Puncak Makrifat Jawa.

 Tasawuf bukanlah barang baru yang pernah dipelajari ataupun dikaji oleh para ulama Islam dari seluruh dunia. Buya Hamka misalnya, pernah menjelaskan bahwa tasawuf adalah sebuah tempat pulang, penguat, dan juga tempat berpijak bagi manusia, yang akan membawanya pada kebahagiaan hidup di dunia maupun di akhirat.

Continue reading

ICAS-PARAMADINA Hadir Karena Potensi Calon Pemikir Islam di Indonesia Tak Terbatas

ICAS-Paramadina

Hadir Karena Potensi Calon Pemikir Islam di Indonesia Tak Terbatas

SENIN, 05 NOVEMBER 2012 17:27 WIB

LENSAINDONESIA.COM: Islam memiliki khazanah yang sangat tidak terbatas dalam bidang filsafat dan tasawuf. Karena itu dibutuhkan pendidikan yang dapat menjadikan dirinya sebagai pusat penelitian dan pengembangan filsafat Islam dan tasawuf. Indonesia memiliki potensi untuk itu, mengingat kekayaan khazanah tradisional lokal yang ada, serta potensi calon-calon pemikir Islam yang tidak terbatas.

Berangkat dari kesadaran itu, Islamic College for Advanced Studies (ICAS) yang  berdiri sejak tahun 1999 di London, Inggris, berupaya menyediakan pendidikan terpadu mengenai Islam dengan mempertajam pemikiran dan peradaban Islam berbasis filsafat Islam dan tasawuf, yang diperkuat komparasi pemikiran kontemporer.

Continue reading

AMIR HAMZAH DAN RELEVANSI SASTRA MELAYU

AMIR HAMZAH DAN RELEVANSI SASTRA MELAYU

 oleh: Prof. Dr. Abdul Hadi W.M.

 (PMIAI-ICAS-Universitas Paramadina)

         Hamzah telah sering dibahas dan dibicarakan.  Apa sumbangan   penyair   ini   bagi   perkembangan   bahasa   dan kesusastraan   Indonesia   modern   dan   apa   arti   penting kepenyairannya  bagi  kita sekarang? Mungkin salah  satu  cara untuk   memahaminya   ialah  dengan   melihat   kreativitasnya menghidupkan kembali sistem sastra Melayu dalam konteks budaya dan zaman

Continue reading

SEMESTA LUKISAN KALIGRAFI

 SEMESTA LUKISAN KALIGRAFI

 Oleh Prof. Dr. Abdul Hadi W. M.

 (PMIAI-ICAS- Universitas Paramadina)

             Roger Garaudy, filosof dan ahli estetika menulis dengan penuh apresiatif tentang seni kaligrafi Islam,Rangkaian kaligrafi Islam bagaikan nyanyian seseorang yang melakukan lompatan dari alam rupa yang terbatas ke arah Zat yang tak terhingga. Tulisan Kufi di Masjid Isfahan, Iran, yang digambarkan seolah-olah di atas keheningan atau dalam wujud relief, menjadikan teks ayat  suci seakan-akan tak tampak. Ia mirip dengan jejak yang ditinggalkan oleh sebuah gerak yang datang dari keheningan. Melalui jejak tersebut, penglihatan dan tubuh kita dapat hanyut dan menyatu dengan alam transendental, sebagaimana hanyut dan menyatunya kita dalam sebuah tarian sakral para Sufi serta ekstase kerohanian”. (Lihat  Janji-janji Islam. Terj. H. M. Rasyidi. Jakarta: Bulan Bintang, 1983).

Continue reading

SENI LUKIS: PEMIKIRANNYA PADA MASA AWAL SEJARAH ISLAM

SENI LUKIS: PEMIKIRANNYA PADA MASA AWAL SEJARAH ISLAM

 Oleh Prof. Dr. Abdul Hadi W. M.

(PMIAI-ICAS Universitas Paramadina)

          Salah satu perwujudan estetika Islam yang sering dikesampingkan sebagai buah murni kreativitas seniman Muslim ialah seni lukis, yang tradisinya sangat panjang dan lama. Salah satu sebabnya mungkin karena tradisi ini sejak abad ke-13 M lebih berkembang dalam kebudayaan non-Arab (`Ajam) seperti Persia, Turk, India Mughal atau Indo-Pakistan. Penyebab lain ialah anggapan bahwa larangan menggambar mahluq hidup benar-benar didasarkan pada al-Qur`an. Padahal sangat berbeda dengan Hadis yang dikemukakan sejumlah ulama, dalam al-Qur`an tidak terdapat larangan itu.

Continue reading

ISLAM, MARXISME DAN PERSOALAN SOSIALISME DI INDONESIA

ISLAM, MARXISME  DAN PERSOALAN SOSIALISME DI INDONESIA

Prof. Dr. Abdul Hadi W. M.

(PMIAI ICAS-Universitas Paramadina)

             Judul di belakang Islam dan Marxisme dalam catatan ini diambil dari salah satu karangan Mohamad Hatta. Sosialisme yang akan dibahas pula  bukan hanya sosialisme Marxis, tetapi juga  faham ekonomi lain yang lebih relevan bagi masyarakat Indonesia yang sebagian besar pendudukunya menganut suatu aagama, khususnya Islam. Khususnya seperti dikemukakan Bung Hatta di Indonesia dan Muhammad Husein Heikal di Mesir. Pemikiran sosialisme seperti inilah yang mendasari gagasan Ekonomi Terpimpin  Bung Hatta dan Mubyarto. Mereka berpendapat bahwa tatanan ekonomi terbaik yang mesti dijalankan di Indonesia haruslah berdasarkan keadilan sosial dan kian jauh dari praktek kapitalisme liberal.

Continue reading

PERSATUAN DAN KEMAJEMUKAN INDONESIA MENCARI VISI BARU SERTA PEREKAT SEJARAHNYA

PERSATUAN DAN KEMAJEMUKAN INDONESIA MENCARI VISI BARU

SERTA PEREKAT SEJARAHNYA

Prof. Dr. Abdul Hadi W. M.

(PMIAI ICAS-Universitas Paramadina)

             Tidak enak juga memulai makalah ini dengan pesimisme; atau dengan keresahan dan yang sejenis. Sebab betapa pun kusutnya keadaan yang kita alami sekarang, sekecil apa pun harapan dan optimisme masih diperlukan, agar ada pencerahan. Tetapi persoalannya bagaimana memulihkan kembali harapan dan optimisme, sedangkan kondisi sosial budaya masyarakat tidak terlalu memberikan harapan. Topik yang ditawarkan panitia seminar ini pun bukan  topik yang menarik, bahkan mungkin membosankan.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.